Dwi Suci Lestariana, S.P., M.P-Dosen Program Studi Agroteknologi-Universitas Boyolali : SINERGITAS AGROPOLITAN DAN AGROEDUTOURISM SEBAGAI SEKTOR USAHA BUM Desa POTENSIAL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM

banner 160x600
banner 468x60
 

 

1. Urgensi BUMDes bagi Desa

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak desa yang tersebar di seluruh negeri. Menurut Kemendes PDTT (2015) Desa adalah wadah kolektif dalam hidup bernegara dan bermasayarakat. Ada konsep tradisi berdesa yang salah satu intinya yaitu Desa hadir sebagai penggerak ekonomi lokal yang mampu menjalankan fungsi  proteksi dan distribusi pelayanan dasar kepada masyarakat.

Untuk merealisasikan konsep tradisi berdesa tersebut, dapat diwujudkan melalui pendirian BUMDes pada setiap desa. Dalam kaitannya dengan tujuan negara, BUMDes adalah bagian dari cara mencapai kemakmuran rakyat, di samping itu BUMDes diharapkan mampu melaksanakan kedaulatan dan kemandirian ekonomi desa.

Tujuan utama atau urgensi pembentukan BUMDes tertuang dalam Permendes PDTT No. 4 tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa pada pasal 3. Disebutkan bahwa BUMDes bertujuan untuk:

  • Meningkatkan perekonomian desa;
  • Mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan Desa;
  • Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa;
  • Mengembangkan rencana kerjasama usaha antar desa dan atau dengan pihak ketiga;
  • Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga;
  • Membuka lapangan kerja;
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan, dan pemerataan ekonomi Desa;
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat Desa dan Pendapatan Asli Daerah.

 

2. Indonesia, Paradise for agricultural land!

Tidak dipungkiri lagi, bahwa Indonesia memiliki karunia besar dari Tuham Yang Maha Esa pada sumber daya alamnya. Hamparan bumi yang tersebar di nusantara memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian potensial.

Berdasarkan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2007) dari total daratan Indonesia seluas 188,2 juta ha, lahan yang berpotensi atau sesuai untuk pertanian seluas 94 juta ha, yaitu 25,4 juta ha untuk pertanian lahan basah (sawah) dan 68,6 juta ha untuk pertanian lahan kering. Manusia sebagai pelaku utama kegiatan pertanian memiliki peran penting untuk menjaga kesuburan sumber daya lahan yang dimiliki. Melalui pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, maka kontinyuitas produksi tanaman di lahan pertanian adalah suatu keniscayaan yang dapat kita raih. Hal ini terbukti bahwa di masa pandemi Covid 19, sektor pertanian justru mampu menjadi penyelamat negeri.

Dalam membahas tentang dunia pertanian, tidak selalu berfokus pada produksi saja, akan tetapi juga tidak terlepas dari keterlibatan sumber daya manusia sebagai pelaku usaha. Produksi, pangsa, dan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian tumbuh positif selama pandemi Covid-19 pada kuartal pertama 2020 sampai awal kuartal tiga 2021. Pertumbuhan positif pada sektor ekonomi tradisional ini dikategorikan sebagai penyelamat ekonomi nasional karena sektor-sektor strategis seperti industri dan jasa terjun bebas menghadapi wabah.

 

3. Agropolitan

Agropolitan atau kota pertanian adalah suatu bentuk upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan potensi pertanian yang ada di suatu wilayah. Agropolitan merupakan kawasan ekonomi berbasis pertanian dan dicirikan komoditas unggulan, dengan batasan skala ekonomi/skala usaha tanpa dibatasi wilayah administrasi. Sasaran dalam pengembangan kawasan agropolitan ini adalah mewujudkan kawasan agroplitan dan berkembangnya ekonomi lokal yang berbasis produk unggulan daerah yang efektif, efisien, transparan dan berkelanjutan.

Komoditas pertanian yang dipasarkan di kawasan agropolitan dapat berupa produk hortikultura, peternakan, perikanan, dan juga tanaman pangan baik dalam bentuk primer, setengah olahan maupun produk akhir. Tentunya, semua produk yang dikembangkan ini memiliki potensi daya saing.

Di Indonesia, kawasan agropolitan sudah sepatutnya untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan karena kawasan agropolitan mampu menciptakan lapangan kerja pada suatu wilayah, dan juga pengembangan kawasan agropolitan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pengembangan wilayah dan peningkatan keterkaitan desa dan kota dengan mendorong berkembangnya sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing berbasis kerakyatan serta berkelanjutan.

 

4. Agroedutourism

AgroEduTourism (AET) adalah wisata pertanian edukatif dimana dalam kegiatan ini memperkenalkan model pengelolaan agribisnis dari hulu sampai hilir. Tujuan dari kegiatan AET ini adalah untuk memperluan pengalaman, rekreasi, dan pengetahuan tentang alam dan teknologi pertanian dalam cakupan yang luas.

Kegiatan AET dapat dinikmati oleh semua kalangan, dimulai dari anak usia dini, remaja, maupun orang dewasa yang memiliki ketertarikan dan keinginan untuk bertani secara profesional. AET dapat dikembangkan di wilayah pedesaan ataupun perkotaan, yang mana memiliki potensi wisata alam ataupun pertanian. Dalam menciptakan suatu kawasan pertanian menjadi wilayah AET sebaiknya dilengkapi dengan fasilitator yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, sehingga proses transfer pengetahuan dan ketrampilan dapat dirasakan manfaatnya oleh pengguna.

 

5. Pemuda, Yuk bersinergi!

Pemuda, khususnya di pemuda di wilayah pedesaan merupakan aset terbesar yang dimiliki desa. Di era transformasi teknologi seperti saat ini, dimana akses informasi terbuka lebar dan mudah dijangkau sudah selayaknya pemuda memiliki inovasi dan kreasi dalam merintis usaha untuk dikembangkan menjadi BUMDes.

Pengembangan kawasan wisata berbasis sumberdaya alam menjadi peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu unit usaha BUMDes.  Dengan mensinergikan konsep agropolitan dan AET, unit usaha BUMDes tidak hanya berorientasi pada profit atau keuntungan material saja, tapi juga memiliki peranan dalam membangun generasi tani, dan juga turut berkontribusi memberikan suatu paradigma baru bahwa bertani adalah kegiatan yang asyik, karena kita turut berkontribusi dalam menjaga alam semesta, karunai terbaik dari Tuhan untuk Bumi Indonesia.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Dwi Suci Lestariana, S.P., M.P-Dosen Program Studi Agroteknologi-Universitas Boyolali : SINERGITAS AGROPOLITAN DAN AGROEDUTOURISM SEBAGAI SEKTOR USAHA BUM Desa POTENSIAL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM"