AKSI KRIMINALISASI REMAJA DIREDAM DENGAN PEMBERDAYAAN KELUARGA. Oleh : Eggy Widya Larasati, Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Binawan, Mahasiswa S3 Penyuluhan Pembangunan Konsentrasi Promosi Kesehatan Universitas Sebelas Maret Surakarta

banner 160x600
banner 468x60

 

Remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang (Kemenkes RI, 2015).

Menurut World Health Organization (WHO) yang dimaksud dengan remaja adalah manusia berusia 10 – 19 tahun. Berdasarkan cirinya masa remaja adalah periode yang penting, periode peralihan dan perubahan, merupakan usia yang bermasalah, proses mencari identitas diri, menimbulkan ketakutan dan tidak realitistik, dari ciri-ciri ini seharusnya remaja mendapat perhatian khusus dari seluruh pihak, baik pemerintah pusat daerah, sekolah khususnya keluarga remaja itu sendiri.

Seminggu belakangan ini kasus kasus criminal yang dilakukan remaja bermunculan. Mulai dari mencuri sampai dengan kasus pembunuhan, ulah para remaja yang masih dalam tarap pencarian jati diri sering sekali mengusik ketenangan orang lain. Kenakalan-kenakalan ringan yang mengganggu ketentraman lingkungan sekitar seperti sering keluar malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada di sekitarnya (Stiawati, 2021). Maret 2022 dilansir bahwa fenomena kenalan remaja yang berujung kriminalitas dilakukan oleh remaja remaja yang berusia dibawah 20 tahun dengan status pekerjaan pelajar. Baru-baru ini di Kota Makassar sejumlah mahasiswa menyerang warung kopi yang ternyata pengunjungnya adalah anggota Polri sehingga dapat remaja-remaja ini segera diamankan.

Di beberapa kota lain beberapa aksi remaja membunuh, memperkosa, membully sangat marak terjadi. Ini merupakan keprihatinan yang mendalam, bagi kita semua. Strategi yang bisa kita lakukan dengan pendekatan kepada remaja dengan melibatkan seluruh stakeholder yaitu sekolah, RT, RW, organisasi kepemudaan sekitar dan terutama keluarga. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedangkan lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak. Karena itu baik-buruknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak (Stiawati, 2021).

Faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja antara lain pada anak-anak yang kurang perhatian, kasih sayang dan tuntunan Pendidikan orang tua, kebutuhan fisik maupun psikis anak remaja tidak terpenuhi, anak tidak diajarkan disiplin dan control diri yang baik. Pemberdayaan keluarga dengan mengedepankan peran orang tua dalam siklus kehidupan remaja merupakan salah satu strategi yang jitu walaupun para remaja lebih dominan mendengarkan teman sebaya, lebih banyak waktu dengan teman sebaya dll. Akan tetapi remaja juga memiliki waktu yang ia habiskan dirumah sehingga disaat itulah peran orang tua dijalankan.

Dinamika hubungan seluruh anggota keluarga terutama orang tua (bapak dan ibu) mempengaruhi seluruh aspek perkembangan anak, karena keluarga merupakan lingkungan belajar utama bagi anak. Orang tua bisa menjadi teman dan bisa menjadi panutan, kebanyakan hal ini susah dilakukan tetapi harus dilakukan karena remaja lebih nyaman bersama teman sehingga jadilah teman dari remaja agar mereka nyaman bersama orang tua. Ketahanan keluarga, keharmonisan keluarga harus diciptakan untuk mencegah tindakan-tindakan kekerasan atau kriminalitas yang dilakukan oleh remaja.

Sumber Referensi :

Stiawati, Titi. 2021 Jurnal Komunitas Untirta Volume 1, Issue 2 http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?

article=2706175&val=24645&titl
e=Penyuluhan%20Pemberdayaan%20Keluarga%20

Dalam%20Penanganan%20Kenakalan%2
0Remaja%20Di%20Kelurahan%20Bulakan%

20Kecamatan%20Cibeber%20Kota%20Cilegon

Astutik, Windu, dkk. 2019. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perkembangan Identitas
Diri Remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa. FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang.
http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1153545&val=5090&title=Pemb
erdayaan%20Masyarakat%20dalam%20Perkembangan%20Identitas%20Diri%20Remaja

https://www.google.com/amp/s/www.jawapos.com/jabodetabek/12/03/2022/fenomena-
kenakalan-remaja-berujung-kriminalitas/%3famp

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "AKSI KRIMINALISASI REMAJA DIREDAM DENGAN PEMBERDAYAAN KELUARGA. Oleh : Eggy Widya Larasati, Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Binawan, Mahasiswa S3 Penyuluhan Pembangunan Konsentrasi Promosi Kesehatan Universitas Sebelas Maret Surakarta"