Rachmawaty M. Noer, Ners, M. Kes, M. Kep, Dosen STIKES Awal Bros-Batam : Fenomena Perilaku Negatif pada Perawat di Tempat Kerja

banner 160x600
banner 468x60

Sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan yang melibatkan interaksi berbagai profesi, di rumah sakit mudah terjadi perilaku negatif. Sebagai salah satu tenaga kesehatan Perawat merupakan sumber daya kesehatan terbanyak dirumah sakit yang menerima perilaku negatif.  (Noer, Arif, & Wardhani, 2020). Beberapa orang berpendapat bahwa profesi keperawatan menuntut  banyak dari perawatnya daripada yang diberikan kepada perawat tersebut.  Mereka bekerja dalam shift, mengatasi trauma, mengelola banyak pasien kompleks sementara sering kekurangan staf, bekerja tanpa istirahat makan yang memadai, dan sering menghibur anggota keluarga yang  sedang berduka ataupun sedih karena anggota keluarganya sakit. Sering terlihat bahwa mereka melakukan pekerjaan dengan mudahnya meskipun betapa rumitnya yang mereka hadapi. Jiwa caring yang telah ditanamkan menjadikan perawat memiliki rasa kasih sayang dengan sesama, tidak mementingkan kepentingan sendiri dan selalu memberikan asuhan keperawatan secara baik demi kesembuhan kliennya. (Kathleen Colduvell, 2017) Menurut (Budden, Birks, Cant, Bagley, & Park, 2017) perilaku negatif merupakan perilaku berulang, yang cenderung  beresiko terhadap gangguan kesehatan psikologis atau fisik. Beberapa perilaku negatif yang sering terjadi di tempat kerja adalah intimidasi, diskriminasi, cyber bullying, pelecehan seksual verbal dan non verbal, pelecehan fisik dan verbal, rasisme, kekerasan, agresi, penghinaan, tekanan dalam pengambilan keputusan, pengucilan dan intimidasi yang ditujukan kepada orang atau kolega. (Noer, Mizlinovriana, 2021).

 

Bullying, yang didefinisikan oleh American Nurses Association (ANA) sebagai "tindakan berbahaya yang berulang dan tidak diinginkan yang dimaksudkan untuk mempermalukan, menyinggung dan menyebabkan penderitaan pada penerima," adalah masalah yang sangat serius yang mengancam keselamatan pasien, keselamatan dan kewarasan perawat, dan reputasi perawat profesi keperawatan secara keseluruhan. (Sauer & McCoy, 2017) Perilaku negative dengan jenis intimidasi akan mempengaruhi pengukuran kesehatan fisik dan mental yang lebih rendah sehingga dengan demikian juga akan berdampak pada kualitas hidup perawat dan membuat perawat sulit memberikan asuhan keperawatan yang maksimal bagi pasien. Dalam penelitian Love (2012) menyebutkan bahwa lingkungan kerja perawat harus peka dengan tanda awal yang memiliki potensi kekerasan, diantaranya yaitu penindasan dan pelecehan seksual serta cyber bullying. Setiap pekerja berhak atas kenyamanan di lingkungan kerja nya, berhak untuk tidak mendapatkan perlakukan negatif yang kerap terjadi di tempat kerja diantaranya yaitu bullying, intimidasi, diskriminasi dan pelecehan seksual. Penindasan dan pelecehan bisa sangat berbahaya dan memiliki efek negatif pada kesehatan pekerja, budaya tempat kerja, kinerja kerja individu dan tim, produktivitas, reputasi organisasi , dan anggaran.  (Support, 2021)

 

Beberapa Data Statistik Kejadian Bullying yang Terjadi Pada Perawat

Menurut penelitian (Fang, Huang, & Fang, 2016) Frekuensi perawat yang mengalami perilaku negative di tempat kerja adalah 1,47 dengan jenis yang paling banyak adalah intimidasi. Dan unit kerja yang paling beresiko adalah ruang operasi dan ruang haemodialisa.(Park, Cho, & Hong, 2015) menyebutkan dalam penelitian yang dilakukan di Seoul angka kejadian perilaku negatif tertinggi dalam kurun waktu satu tahun adalah pelecehan verbal (63,8%), ancaman kekerasan (41,6%), kekerasan fisik (22,3%), dan pelecehan seksual (19,7%), tetapi intimidasi memiliki prevalensi terendah (9,7). %). Penelitian Zonedy, F (2014) pada perawat di RSUD Prof.DR.MA. Hanafiah,SM Batusangkar menyatakan bahwa 89,8% perawat mengalami tindakan bullying verbal dan psikologis, 54,2% korban bullying tersebut merupakan perawat junior/lulusan baru (Friska Ladio, 2014). Penelitian (Noer, Arif, & Wardhani, 2020)  menunjukkan adanya beberapa jenis perilaku negatif yang diterima perawat di tempat kerja yaitu diskriminasi (71.3%) dan intimidasi (28.7%). Sedangkan (Noer, Mizlinovriana, 2021) diperoleh hasil bahwa lebih dari sebagian 70 % para perawat megalami kejadian bullying dan mengalami kepemimpinan otoriter sebesar 67 %.

Pencegahan Perilaku negatif di Tempat Kerja  (Noer, Arif, & Wardhani, 2020), (Sherry Dillon, 2021)

  1. Perlu adanya suatu kebijakan yang mengatur tentang perilaku negatif di tempat kerja. Penindasan dan pelecehan di tempat kerja harus ditangani dengan cara yang adil, tepat waktu, sensitif, objektif, dan didorong oleh kebijakan.
  2. Perlu menempatkan tenaga psikolog pada bagain sumber daya manusia untuk menghindari perilaku negatif dilingkungan kerja.
  3. Menyadari bahwa perilaku negatif yang kerap terjadi pada perawat di rumah sakit memiliki banyak bentuk, termasuk perilaku seperti pelecehan fisik dan verbal, rasisme, diskriminasi, kekerasan, agresi, penghinaan, tekanan dalam pengambilan keputusan, pengucilan dan intimidasi yang ditujukan kepada orang atau kolega
  4. Mengabaikan/menghindari perilaku negatif yang sering ditebarkan melalui media social
  5. Perlu waspada dan lebih peka terhadap bentuk penindasan yang terjadi disekitarnya
  6. Melaporkan kepada organisasi profesi segala bentuk penindasan yang diterima karena organisasi profesi akan tertarik dengan perilaku apa pun yang membahayakan budaya keselamatan.
  7. Melakukan mentor pada mahasiswa perawat yang lagi dinas dan juga kepada perawat baru
  8. Pihak manajerial harus mampu menciptakan dan mensosialisasikan  budaya tempat kerja yang aman

Daftar Pustaka

Budden, L. M., Birks, M., Cant, R., Bagley, T., & Park, T. (2017). Australian nursing students’ experience of bullying and/or harassment during clinical placement. Collegian, 24(2), 125–133. https://doi.org/10.1016/j.cole gn.2015.11.004

Fang, L., Huang, S. H., & Fang, S. H. (2016). Workplace bullying among Nurses in South Taiwan. Journal of Clinical Nursing, 25(17–18), 2450– 2456. https://doi.org/10.1111/jocn.1 3260

Kathleen Colduvell, R. B. (2017). Nurse Bullying : Stand up and Speak Out. https://nurse.org/articles/how-to-deal-with-nurse-bullying/.

Love, C. D. (2012). Bullying, cyberbullying, incivility, and sexual harassment: A spectrum of interpersonal mistreatment. ProQuest Dissertations and Theses, 73(9-B(E)), 188-n/a. Retrieved from http://sfx.scholarsportal.info/ guelph/docview/1015671909 ?accountid=11233%5Cnhttp:/ /sfx.scholarsportal.info/guelp h?url_ver=Z39.88- 2004&rft_val_fmt=info:ofi/f mt:kev:mtx:dissertation&genr e=dissertations+&+theses&si d=ProQ:ProQuest+Dissertatio ns+&+Theses+A&

Park, M., Cho, S. H., & Hong, H. J. (2015). Prevalence and Perpetrators of Workplace Violence by Nursing Unit and the Relationship Between Violence and the Perceived Work Environment. Journal of Nursing Scholarship, 47(1), 87–95. https://doi.org/10.1111/jnu.12 112

Rachmawaty M. Noer, Y. A. (2020). Analysis of Negative Behaviour in Nursing Workplace and The Impact. Jurnal MIDPRO

Sauer, P. A., & McCoy, T. P. (2017). Nurse Bullying: Impact on Nurses’ Health. Western Journal of Nursing Research, 39(12). https://doi.org/10.1177/01939 45916681278

Sherry Dillon, R. C. (2021). Workplace Bulying in Nursing : Why its Happens and How to Confront it. https://www.bravadohealth.com/2021/01/07/confronting-nurse-bullying/.

Support, N. a. (2021). Managing bullying and harassment in the workplace. pp. https://www.nmsupport.org.au/workplace/bullying-and-harassment.

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Rachmawaty M. Noer, Ners, M. Kes, M. Kep, Dosen STIKES Awal Bros-Batam : Fenomena Perilaku Negatif pada Perawat di Tempat Kerja"