Menikmati Senja di Pantai Jatimalang, Purworejo.

banner 160x600
banner 468x60

 

Purworejo- Purworejo memiliki beberapa pantai yang bisa dikunjungi untuk berwisata. Salah satu yang menjadi destinasi wajib di kabupaten tersebut adalah Pantai Jatimalang di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi.

Jarak Jatimalang dengan alun-alun sebagai pusat kota Purworejo mencapai 20 km. Sementara itu, jarak Jatimalang dengan pusat kota Yogyakarta mencapai 51 km. Dengan jalan yang beraspal mulus dari kedua arah tersebut semakin mempercepat wisatawan sampai lokasi.

Setelah membayar tiket sebesar 5.000 rupiah, pengunjung akan disambut dengan patung Dewa Ruci setinggi 6 meter. Patung yang dibangun pada 2018 ini menjadi penanda baru pantai yang menghadap Samudera Hindia itu.

Patung tokoh pewayangan Dewa Ruci dimanfaatkan untuk berfoto-foto. Saat ini seakan belum lengkap kalau belum berfoto di bawah patung yang terlihat perkasa, dengan tangan mencekeramular naga.

Tidak seperti pantai yang menjadi favorit wisatawan dengan pasir putihnya, pantai Jatimalang memiliki pasir berwarna hitam nanbersih. Warna hitam ini salah satunya karena pasirnya mengandung bijih besi. Walaupun warnanya hitam kelebihan pantai selatan Jawa memanjang berkilo-kilometer.

Saat angin kencang pasir kering terhempas, dengan suara pelan seperti berbisik. Bermain pasir atau bermain ombak, tentu saja menjadi aktivitas wajib di pantai ini. "Lagi buat gunung," ujar Agastya (5 tahun) yang datang bersama orang tuanya.

Pasir yang basah oleh sapuan ombak bisa dibentuk bermacam bentuk seperti gunung, rumah, hewan, bentuk-bentukimajinatif lainnya. Perlu agak lebih ke pinggi agar hasil "karya" tidak hancur oleh ombak.

 

Pantai laut selatan terkenal dengan ombak tinggi menjadi keasyikan tersendiri saat pecah di bibir pantai, namun perlu ekstrahati-hati. Apalagi jika sampai terkena air lautnya ke mulut akan menciptakan sensasi rasa asin di lidah.

Di sepanjang bibir pantai itu biasanya akan terlihat banyak pemancing dengan cara surf casting atau istilahnya mancing pasiran. Melihat cara mereka melempar kail dari joran panjang, dengan pemberat dari logam timbal, memberi wawasan tersendiri tentang teknik memancing dari bibir pantai.

Jika sudah puas bermain ombak di Jatimalang tersedia motor roda empatatau all terrain vehicle (ATV) yang bisa disewa. Tarifnya sewanya sebesar 30.000 rupiah untuk durasi selama 15 menit. Pengunjung juga bisa menyewa kuda. Sayangnya saat Koran Jakarta datang pada Oktober ini tidak ada kuda yang disewakan mungkin karena masih suasana PPKM.

Jika kondisi laut sedang mendukung, wisatawan akan dihibur dengan melautnya para nelayan dengan perahu bercadik yang membelah ombak di pagi hari. Pada siang hingga sore pengunjung bisa melihat perahu-perahu kembali mendarat dengan membawa hasil tangkapan seperti ikan, rajungan, lobster, atau cumi-cumi tergantung musim.

Selain melihat perahu mendarat, umumnya wisatawan akan turut berpartisipasi mendorong perahu hingga ke pinggir pantai dengan posisi menanjak. Perlu bantuan orang untuk mendorong perahu karena cukup berat. Mendorong perahu nelayan beramai-ramai adalah aktivitas lain yang bisa dilakukan.

Di pantai ini tersedia puluah gazebo yang terbuat dai bahan bambu dan kayu. Atapnya berasal dari daun pandan kering yang banyak tumbuh di sepanjang pantai. Dengan sewa 15.000 tanpa batasan waktu pengunjung bisa santai berteduh dari teriknya matahari pantai yang menyengat.

Laut pantai selatan yang biru dengan hijau toska di pinggirnya memang sangat menarik. Namun perlu berhati-hati dalam menikmatinya karena kadang ombak besar yang membahayakan wisatawan datang tanpa bisa diduga.

Untuk keselamatan pengunjung otoritas setempat melarang pengjung mandi di pantai. Solusinya bagi anak-anak disediakan beberapa kolam renang mini. Dengan tarif 5.000 rupiah si buah hati bisa berenang atau mengapung dengan pelampung dari bekas ban dalam sepuasnya.

Bagi orang dewasa atau remaja yang ingin memandang atau foto dengan latar belakang laut luas bisa naik ke gardu pandang. Dengan tinggi sekitar 15 meter pengunjung dengan leluasa melihat pemandangan sekelilingnya, seperti pohon cemara, pantai, warung-warung, sawah, dan juga tambak udang.

Setelah lelah mengeksplorasi Pantai Jatimalang dan perut terasa keroncongan tiba saatnya makan. Jika tidak membawa bekal sendiri bisa membeli makanan diwarung-warung yang menyediakan menu paling terjangkau yaitumiinstan hingga yang paling wah yaitu seafood.

Olahan seafood berupa kepiting dijual dengan harga antara 35.000-100.000 tergantung ukuran dan jenis masakannya. Ikang cakalang bakar atau goreng dijual pada harga 30 ribu per porsi. Ikan jenis lain bisa dipilih dengan harga tergantung jenis dan ukurannya.

 

Ikan, udang, kepiting, atau cumi hasil tangkapan dan budidaya nelayan bisa dibeli dari beberapa pedagang. Selanjutnya hasil belanja ini bisa dimasak di beberapa warung yang menyediakan jasa, seperti dibakar, digoreng, dimasak asam manis, saus padang dan sejenisnya bisa menjadi pilihan.

Saat menjelang sore biasanya warga lokal di sekitarnya mulai berdatangan, karena mataharinya sudah mulai redup. Untukpengunjung yang ingin menikmati semburat warna lembayun, atau melihat matahari pulang di ufuk barat merupakan peristiwa ditunggu.

Para bulan Oktober hingga Februari nanti matahari kebetulan berada di bumi selatan. Inilah waktu yang tepat menikmati "jatuhnya" matahari di laut, dari bibir pantai Jatimalang yang luas sepanjang mata memandang.

 

Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Menikmati Senja di Pantai Jatimalang, Purworejo."